Beberapa Gangguan pada Sistem Peredaran Darah

Beberapa Gangguan pada Sistem Peredaran Darah
Posted on 29 September 2017

Beberapa Gangguan pada Sistem Peredaran Darah
Jika aliran darah terganggu, maka organ tubuh akan mengalami kerusakan dan mengakibatkan beberapa komplikasi penyakit. Berikut ini beberapa gangguan pada sistem peredaran darah yang tidak bisa Anda anggap sepele, di antaranya:

1. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Salah satu gangguan pada sistem peredaran darah yang paling umum yaitu tekanan darah tinggi. Seiring berjalannya waktu, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan organ tertentu seperti jantung, otak, dan ginjal. Hipertensi seringkali tidak bergejala, namun kadang gejalanya bisa meliputi sakit kepala, mimisan, sesak napas, dan pusing.

2. Aterosklerosis
Aterosklerosis terjadi saat arteri mengeras dan kaku sehingga mengganggu aliran darah ke organ dan jaringan tubuh tertentu. Aterosklerosis terjadi karena penumpukan kolesterol, kalsium, dan jaringan ikat di dinding arteri akibat proses peradangan. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis, yakni tekanan darah tinggi, merokok, obesitas, dan diabetes. Ateroklerosis umumnya tanpa gejala, hingga arteri sangat menyempit atau tersumbat, yang dapat terjadi pada arteri yang mengarah ke otak, jantung, lengan dan kaki, serta ke ginjal.

3. Serangan jantung
Serangan jantung termasuk gangguan pada sistem peredaran darah yang tergolong keadaan darurat medis serius. Kondisi ini terjadi ketika suplai darah ke jantung secara tiba-tiba tersumbat. Biasanya hal ini disebabkan oleh bekuan darah. Beberapa gejala serangan jantung, yaitu nyeri dada, sesak napas, pusing, merasa lemah, serta timbulnya perasaan cemas yang luar biasa. Penyebab utama serangan jantung adalah penyakit jantung koroner.

4. Trombosis vena dalam (deep vein thrombosis atau DVT)
Trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis adalah bekuan darah yang berkembang dalam pembuluh darah di dalam tubuh. Biasanya lebih sering terjadi di bagian tungkai kaki. Penyakit ini memiliki gejala, seperti sakit, bengkak dan nyeri di salah satu tungkai kaki, kulit menjadi merah, dan terasa hangat. DVT dapat menyebabkan komplikasi emboli paru. Hal ini merupakan kondisi serius dan butuh penanganan medis segera.

_PRINT